Cara Mengatur Kategori Produk untuk Pengalaman Belanja yang Lebih Baik

Ketika pelanggan membuka katalogmu yang berisi 40 produk tanpa kategori, mereka melihat dinding barang tanpa cara untuk mempersempit pencarian. Banyak yang akan pergi tanpa membeli. Kategori adalah solusinya — tapi kategori yang buruk juga menciptakan masalah tersendiri.

Begini cara berpikir tentang dan menyusun kategori produkmu untuk pengalaman belanja terbaik.

Mengapa Kategori Penting

Kategori produk berfungsi dua hal:

  1. Navigasi — membantu pelanggan menemukan produk spesifik lebih cepat
  2. Discovery — memperkenalkan pelanggan pada produk yang mungkin tidak mereka tahu akan mereka cari

Pelanggan yang datang ke katalog makananmu mencari "camilan" seharusnya tidak perlu scroll melewati kue, minuman, dan paket catering untuk menemukan yang mereka inginkan. Kategori "Camilan" yang jelas membawa mereka ke sana dalam satu klik — dan kategori "Minuman" yang berlabel baik mungkin memicu pembelian tambahan yang tidak mereka rencanakan.

Prinsip Dasar Kategori Produk yang Bagus

1. Berpikirlah seperti pelanggan, bukan seperti sistem inventarismu

Penjual sering mengkategorikan produk sesuai cara mereka memikirkan produksinya: per supplier, per hari produksi, per tingkat biaya. Pelanggan tidak berpikir seperti ini. Mereka berpikir tentang apa yang mereka butuhkan.

Tanyakan pada dirimu: "Ketika pelanggan datang ke toko saya mencari X, kata apa yang akan mereka gunakan untuk menggambarkannya?" Kata itulah nama kategorimu.

2. Gunakan nama kategori yang sederhana dan jelas

Nama kategori harus langsung dipahami. Hindari:

  • Jargon internal ("Kelompok SKU A", "Batch Produk Baru 3")
  • Bahasa spesifik brand yang tidak akan dipahami pelanggan baru
  • Nama yang terlalu kreatif sampai perlu penjelasan

Gunakan: Kue, Kue Kering, Minuman, Camilan, Paket Hadiah, Bundel — atau yang setara untuk jenis produkmu.

3. Jangan buat terlalu banyak kategori

Jika kamu punya 15 kategori untuk 30 produk, kebanyakan kategori hanya akan berisi 1–2 item — yang membuat kategori tidak berguna. Sebagai panduan kasar:

  • Di bawah 20 produk: 2–4 kategori, atau tanpa kategori sama sekali
  • 20–50 produk: 3–6 kategori
  • 50–100 produk: 5–8 kategori
  • 100+ produk: 6–10 kategori utama, dengan subkategori jika diperlukan

4. Setiap produk harus jelas masuk ke satu kategori

Jika kamu tidak yakin suatu produk masuk ke mana, buat kategori yang lebih sesuai atau pertimbangkan ulang apakah produk itu perlu listingan terpisah. Ambiguitas adalah sinyal bahwa struktur kategorimu perlu diperbaiki.

Contoh Struktur Kategori per Jenis Bisnis

Penjual makanan rumahan (kue & camilan)

  • Kue & Tart
  • Kue Kering & Brownies
  • Kotak Camilan
  • Minuman
  • Paket Hadiah

Penjual fashion / pakaian

  • Atasan
  • Bawahan
  • Dress & Set
  • Outerwear
  • Aksesori

Penjual kecantikan / skincare

  • Skincare
  • Makeup
  • Perawatan Rambut
  • Perawatan Tubuh
  • Bundel & Set

Trik Kategori "Terlaris"

Salah satu kategori dengan dampak terbesar yang bisa kamu buat adalah "Terlaris" atau "Paling Populer". Ini berfungsi untuk beberapa tujuan:

  • Memandu pelanggan yang ragu ke produk yang sudah terbukti
  • Memanfaatkan bukti sosial ("ini populer pasti ada alasannya")
  • Memberi titik awal bagi pengunjung baru yang tidak tahu mau mulai dari mana

Tampilkan 5–8 produk terlaris yang sesungguhnya di sini. Perbarui sesekali seiring mix penjualanmu berubah.

Cara Menangani Produk yang Masuk ke Beberapa Kategori

Beberapa produk cocok di lebih dari satu kategori — "Paket Hadiah" mungkin juga bisa masuk "Kue" dan "Kue Kering." Pilihanmu:

  • Daftarkan hanya di kategori paling relevan — pilih kasus penggunaan utama
  • Duplikat di beberapa kategori — meningkatkan discoverability tapi perlu mengelola dua listing
  • Gunakan tag bersamaan dengan kategori — beberapa platform termasuk Catalo.id mendukung keduanya, sehingga kamu bisa mengkategorikan secara tepat sekaligus menambahkan tag untuk discoverability

Kapan Harus Mereorganisasi Kategorimu

Pertimbangkan merevisi struktur kategori ketika:

  • Kamu sudah menambahkan banyak produk baru dan beberapa kategori menjadi terlalu penuh
  • Pelanggan sering bertanya "di mana saya bisa menemukan X?" — menandakan navigasimu tidak intuitif
  • Kamu menghentikan lini produk besar dan satu kategori hampir kosong
  • Kamu meluncurkan jenis produk baru yang tidak cocok masuk ke kategori yang ada

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Haruskah saya membuat kategori untuk "Produk Baru"?

Ya, jika kamu secara rutin menambahkan produk baru dan pelanggan mengikuti peluncuranmu. Pindahkan produk keluar dari "Produk Baru" setelah 4–6 minggu ke kategori permanennya.

Bagaimana jika semua produkku masuk dalam satu kategori?

Jika kamu benar-benar hanya menjual satu jenis produk, kamu mungkin tidak perlu kategori sama sekali — biarkan pelanggan menelusuri daftar produk lengkap. Tambahkan kategori ketika kamu berkembang ke jenis produk yang berbeda secara bermakna.

Apakah struktur kategori mempengaruhi SEO?

Untuk toko Catalo.id-mu, halaman kategori bisa diindeks mesin pencari. Nama kategori yang jelas dan mengandung keyword (misalnya "Kue Homemade Surabaya") bisa membantu halaman kategorimu muncul di pencarian lokal.

Kategori yang terstruktur dengan baik sering tidak terlihat oleh pelanggan — ketika berfungsi baik, pelanggan hanya menemukan produk dengan mudah dan membeli. Ketika tidak berfungsi, pelanggan frustrasi dan pergi. Luangkan satu jam untuk menyusun struktur kategori yang tepat dari awal — ini investasi yang sepadan.